JAKARTA, KOMPAS.com – Mulai Februari 2021, masyarakat yang menjadi wajib pajak (WP) sudah bisa mengisi surat pemberitahuan pajak tahunan atau SPT Pajak Tahunan PPh 21.

Dikutip dari laman resmi pajak.go.id pada Senin (8/2/2021), batas akhir pelaporan SPT pajak orang pribadi yakni sampai 31 Maret 2021, sedangkan untuk wajib pajak badan baru akan berakhir pada April 2021.

Untuk WP orang pribadi harus mengisi penyampaian SPT 1770 S melalui e-Filing. Formulir tersebut berlaku untuk WP yang memenuhi syarat antara lain karyawan berpenghasilan di atas Rp 60 juta per tahun.

Sebelum mengisi SPT online (cara mengisi SPT online), wajib pajak harus terlebih dahulu mempersiapkan dokumen berupa bukti potong yang bisa didapatkan dari perusahaan pemberi kerja atau pemotong pajak (biasanya diberikan oleh HRD perusahaan).

Baca juga: Syarat dan Cara Membuat NPWP

Merujuk pada tutorial pengisian SPT yang disediakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), SPT Pajak online bisa diisi dengan menggunakan laptop atau komputer, tab, dan smartphone.

Berikut cara mengisi SPT Tahunan (cara lapor SPT Tahunan) via online:

1. Buka laman
2. Klik login di kanan atas (daftar dulu jika belum memiliki akun)
3. Isikan dengan NPWP dan password
4. Ketikan kode keamanan, lalu klik Login
5. Masuk ke dashboard pajak
6. Klik lapor
7. Klik icon e-Filling
8. Tekan tombol “Buat SPT”
9. Akan muncul beberapa pertanyaan terkait dan pilih jawaban yang sesuai
10. Di pertanyaan terakhir (paling bawah), ada pilihan pengisian formulir 1770 S, pilih formulir “Dengan Bentuk Formulir”
11. Abila wajib pajak ingin dipandu dan dipermudah bentuk tampilan pengisiannya, pilih jawaban ‚ÄúDengan Panduan”.
12. Tekan tombol SPT 1770 S dengan formulir
13. Isi data formulir yang meliputi isi tahun pajak, status SPT, dan pembetulan (jika ada kesalahan pada SPT Tahunan sebelumnya)
14. Klik “Langkah selanjutnya”
15. Sistem akan mendeteksi secara otomatis apabila ada data pembayaran pajak dari pihak ketiga (perusahaan pemberi kerja)
16. Klik “Ya” jika data tersebut benar
17. Kamu bisa pilih “Tidak” jika ingin menggunakan bukti potong yang sudah diterima dari perusahaan dengan mengisi pada bagian A lampiran penghasilan final
18. Jika ada bukti potong yang belum terinput, klik “Tambah”
19. Isi data yang harus di isi.
20. Pada bagian B, isi data harta yang kamu miliki. Kamu bisa menggunakan harta yang dilaporkan tahun lalu atau memperbaharuinya di tahun terbaru jika ada penambahan.
21. Pada bagian C, kamu bisa mengisi utang pada akhir tahun lalu. Kamu bisa menambahkan utang baru dengan mengklik ” Tambah”
22. Bagian D, isikan daftar susunan anggota keluarga
23. Pada lampiran 1 Bagian A, isi dengan penghasilan neto dalam negeri yang bukan final seperti bunga, royalti, sewa, dan sebagainya
24. Bagian B, isikan dengan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak
25. Bagian C isikan data daftar pemotongan atau pungutan PPh dari bukti potong yang diterima dari tempat kerja
26. Data yang diisi antara lain jenis pajak, NPWP pemotong pajak (NPWP perusahaan), nomor bukti potong, tanggal bukti pemotongan, dan jumlah PPh yang dipotong (semuanya bisa dilihat di bukti potong yang diterima dari pemberi kerja)
27. Klik langkah berikutnya
28. Pada kolom identitas, isi dengan status perkawinan, status kewajiban pajak, dan NPWP suami/istri
29. Bagian A penghasilan neto, isi dengan penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, penghasilan neto dalam negeri lainnya, dan penghasilan neto luar negeri.
30. Isi jumlah uang jika kamu membayar zakat pada lembaga resmi
31. Bagian B, isi status perkawinan dan jumlah tanggungan
32. Bagian C hanya berlaku untuk yang mendapatkan penghasilan dari luar negeri
33. Bagian D apabila kamu pernah membayar angsuran PPh . Di Bagian E, kamu baru akan mengetahui status SPT apakah nihil, kurang bayar, atau lebih bayar
35. Jika SPT nihil, tinggal lanjutkan pengisian di “Lanjut F”
36. Jika kurang bayar, maka muncul pertanyaan lanjutan
37. Jika belum bayar, pilih belum akan diarahkan ke e-billing
38. Lanjut ke Pernyataan, centang setuju jika data yang kamu isi sudah benar
39. Terakhir, ambil kode verifikasi yang dikirimkan via email
40. Salin kode yang dikirimkan via email (buka di halaman lain)
41. Klik kirim SPT
42. Selesai

Itulah prosedur cara mengisi SPT Tahunan atau cara lapor SPT Tahunan (cara mengisi SPT online) dengan e-Filling yang mulai dibuka setiap Februari oleh DJP.

Baca juga: Begini Cara Mendapatkan NPWP Elektronik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link /kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.